Minggu, 14 Juli 2013

HIDUPNYA......

  HIDUPNYA……???!
    Hidupnya bagai puing-puing besi yg begitu keras terhadap api dan air. Keadaannya tetap sama walaupun banyak yg telah terlewati. Dia menikmati setiap panas yg membakarnya dan dingin yg menyelimutinya. Keyakinannya yg membuatnya terus hidup dan imajinasinya yg memberikannya banyak ruang untuk berekspresi. Banyak kekurangan yg terdapat padanya, tapi dia tak peduli karena hanya dirinya sendiri yg menjadi teman sejati dalam hidupnya.
    Telah banyak air mata dan kegagalan yg ia lihat didepan matanya. harapan yg tak tersampaikan, semangat yg padam, perjuangan yg sia-sia, impian yg kosong dan luka yg berulang. Seakan-akan hanya campuran negative yg meleburkan setiap sudut peristiwa yg dialaminya.
   Dia telah lama hancur dan berantakan, tetapi ia berusaha tenang dalam kesendirian. Dia  yg selalu duduk dalam kegelapan, memandang jauh setitik cahaya disekelilingnya. Dia yg lari dari keramaian dan memilih kesunyian dalam warna-warni ciptaan. Tak ada yg tahu apa  tujuannya, karena ia hanya bercerita kepada tuhannya.
  Dia tak pernah melawan apa yg bukan miliknya karena dengan menunggu ia mendapatkan segalanya. Dia tetap tersenyum ketika menginjak duri, karena ia telah lupa bagaimana caranya bersedih. Banyak rasa yg melewatinya, tetapi ia hanya mencicipinya sedikit lalu pergi.
  Sedikit saja yg bisa digali darinya karena ia tak menyembunyikannya, melainkan ia membiarkan kenangannya tumbuh diantara rumput yg bercabang. Ia belajar dari setiap mimpi buruk yg mendatanginya, dengan begitu ia dapat membuat cerita indah dalam  sisa waktunya.
  Dia percaya pada kebenaran, walaupun ia tahu semuanya penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Ia berjalan beriringan dengannya, tapi tak terikat olehnya. Dia takkan melawan kebodohan, karena itu akan sia-sia. Ia akan masuk dan menggiringnya ke jalan yg ia mau.
  Dia tetap berselimutkan emas, walau ia tidur beralaskan Koran. Dia akan bermain dadu dan menebak jumlahnya, walau ia tak inginkan hadiahnya. Ia selalu ingin menyuapi anak-anak walau ia hanya memiliki dua tangan. Dia selalu menutup pintu rumahnya, tetapi tak pernah dikunci.

 “Dia hanyalah seekor Bunglon disisi kanannya dan sebuah Magnet disisi kirinya”

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Bab yang hilang © 2008. Design By: SkinCorner